Meskipun menguntungkan, namun ternyata menjual produk-produk thrift tidaklah mudah. Kecuali jika kamu melakukan tips berjualan produk-produk dari luar negeri berikut ini!
Meskipun menguntungkan, namun ternyata menjual produk-produk thrift tidaklah mudah. Kecuali jika kamu melakukan tips berjualan produk-produk dari luar negeri berikut ini!

Tips Berjualan Produk-Produk Thrift dari Luar Negeri

Pastinya kamu sering melihat beberapa pelaku usaha lainnya membeli sejumlah produk dari luar negeri dalam bentuk bal? Benar sekali, itulah yang dinamakan produk thrift. Untuk memulai usaha tersebut, kamu perlu melakukan tips berjualan produk-produk thrift dari luar negeri berikut ini!

Tips Berjualan Produk-Produk Thrift dari Luar Negeri

Istilah “thrift” diperuntukkan bagi produk, maupun barang-barang bekas yang biasanya diimpor dari luar negeri. Biasanya, produk thrift akan dijual secara per bal. Dimana hal ini dilakukan untuk meminimalisir biaya pengiriman, jika dibandingkan dengan membeli barang-barang bekas secara satuan, yang tentunya akan membutuhkan ongkos kirim yang tidaklah murah.

Beberapa contoh produk thrift ini antara lain pakaian bekas, sepatu, sweater, jam tangan, aksesoris, dan barang-barang bekas lainnya. Namun perlu diingat, menjual produk-produk dari luar negeri tidak semudah menjual produk yang bisa kamu temukan di dalam negeri.

Setidaknya kamu perlu melakukan sejumlah tips yang sekilas hampir mirip dengan Tips Berjualan Produk Preloved. Beberapa tips yang dimaksud antara lain:

1. Tentukan Jenis Produk  

Tips berjualan produk-produk thrift dari luar negeri yang pertama yaitu dengan menentukan jenis produk thrift yang akan jual. Seperti diketahui, produk-produk thrift terdiri dari pakaian, sepatu, jam tangan, sweater, aksesoris, dan semacamnya. Kamu bisa memilih produk thrift yang sekiranya banyak diminati oleh masyarakat Indonesia.

2. Pilih Supplier yang Bisa Dipercaya            

Setelah menentukan jenis produk thrift yang akan dijual, tips lainnya yang perlu kamu lakukan yaitu dengan memilih supplier yang bisa dipercaya. Hal ini dikarenakan, produk-produk thrift merupakan barang bekas yang dijual secara per bal, yang mana sebagai seorang pembeli, kamu tidak bisa melakukan pengecekan produk satu persatu.

Baca Juga  Mengapa Analisis Usaha Sangat Diperlukan dalam Memulai Suatu Usaha?

Sehingga adanya produk thrift yang cacat dan rusak tidak bisa terhindarkan. Belum lagi jika kamu ternyata membeli produk thrift tersebut dari supplier nakal. Maka perbandingan antara produk thrift dalam kondisi baik, mungkin saja lebih kecil dari banyaknya produk thrift yang cacat/rusak.

Oleh karena itu, cara terbaik yang bisa kamu lakukan untuk menghindari hal tersebut tak lain tentunya dengan memilih supplier yang bisa dipercaya. Ada baiknya kamu memilih supplier dari dalam negeri, yang biasa melakukan pembelian produk thrift dari luar negeri.

Namun untuk melakukannya, biasanya kamu akan dikenakan biaya tambahan, ataupun produk thrift yang kamu peroleh akan dihargai sedikit lebih mahal dari yang seharusnya. Jika memang kamu tidak menginginkan hal itu, dan lebih memilih untuk membeli produk thrift sendiri, maka kamu bisa memilih supplier melalui marketplace/e-commerce luar negeri yang telah memiliki kredibilitas yang cukup baik.

3. Lakukan Pengemasan dengan Baik

Tips lainnya yang bisa kamu lakukan untuk memulai usaha produk-produk thrift dari luar negeri yaitu dengan mengemas produk dengan baik. Sehingga kondisi barang akan terlihat baru, meskipun barang-barang tersebut merupakan produk thrift (bekas).

4. Menentukan Harga Jual yang Sesuai

Kamu bisa menentukan harga jual dari produk-produk thrift tersebut, yang sesuai dengan kualitas dari produk thrift tersebut.  Dalam arti, kamu tidak bisa menerapkan harga yang mahal, karena produk yang kamu jual tersebut merupakan barang bekas.

Namun kamu juga hendaknya jangan menjual produk thrift dengan harga yang sangat murah. Karena kamu juga perlu memperhitungkan mengenai ongkos pengiriman, pengemasan, hingga biaya-biaya lainnya, yang pastinya akan mempengaruhi harga jual dari setiap produk thrift.

5. Menentukan Target Konsumen

Selain tips diatas, tips berjualan produk-produk thrift dari luar negeri lainnya yaitu dengan menentukan target konsumen. Misalnya kamu bisa menawarkan produk thrift berupa pakaian anak-anak ke ibu-ibu muda yang memiliki anak-anak, menawarkan pakaian dan aksesoris Korean Style pada anak-anak muda pecinta K-Pop dan K-Drama, dan sebagainya.

Baca Juga  Cara menjadi franchise J&T Express

6. Memanfaatkan Media Sosial, E-Commerce, dan Marketplace

Tidak hanya untuk berjualan produk dengan kualitas baru saja, media sosial berupa Facebook, Instagram, Youtube, ataupun Twitter merupakan cara yang terbilang efektif untuk mempromosikan dan juga memasarkan produk-produk thrift yang kamu jual.

Selain menggunakan media sosial, kamu juga bisa membuka toko online di e-commerce, maupun menjual produk thrift di marketplace. Kamu bisa memfoto setiap produk thrift yang dijual di ketiga media promosi tersebut, untuk menarik calon pembeli, agar mereka membeli produk thrift yang kamu jual.

Nah, itu dia sejumlah tips berjualan produk-produk dari luar negeri yang perlu kamu coba, agar usaha berjualan produk thrift ini bisa berjalan mulus, serta produk-produk thrift yang kamu jual bisa laris di pasaran. Selamat mencoba!