3+ Cara Menentukan Besaran Franchise Fee dan Royalty Fee
3+ Cara Menentukan Besaran Franchise Fee dan Royalty Fee

3+ Cara Menentukan Besaran Franchise Fee dan Royalty Fee

Bagi kamu yang telah mengetahui Perbedaan antara Franchise Fee dan Royalty Fee dalam Program Franchise, pastinya kamu juga ingin mengetahui mengenai bagaimana cara perhitungannya, bukan? Oleh karena itu, kamu bisa simak 3+ cara menentukan besaran franchise fee dan royalty fee berikut ini.

3+ Cara Menentukan Besaran Franchise Fee dan Royalty Fee

Seperti diketahui, franchise fee merupakan biaya yang harus dikeluarkan franchisee (mitra franchise) bilamana ingin menjalankan usaha yang dimiliki oleh franchisor (pemberi franchise), sekaligus memakai brand/merk dari franchisor tersebut.

Sedangkan royalty fee diartikan dengan bagi hasil. Dimana nantinya, keuntungan penjualan akan dibagi antara franchisee dan franchisor. Namun bagaimana cara menentukan besaran dari kedua biaya (fee) yang ada dalam program franchise tersebut? Kamu bisa menggunakan salah satu dari 3 cara berikut ini. Antara lain:

1.Dengan Menggunakan Sistem Cost Oriented                  

Cara pertama yang termasuk ke dalam 3+ cara menentukan besaran franchise fee dan royalty fee ini yaitu dengan menghitung semua biaya yang dibutuhkan oleh franchisor dalam mengembangkan program franchise.

Dimana perhitungan ini meliputi:

  • Biaya untuk persediaan awal barang/produk
  • Biaya yang dibutuhkan untuk proses survey lokasi
  • Biaya untuk membuat desain layout toko
  • Biaya yang dibutuhkan dalam proses pencarian supplier untuk stok pertama
  • Biaya untuk perekrutan pegawai, hingga
  • Biaya yang dibutuhkan untuk program pelatihan pegawai

2. Dengan Menggunakan Sistem Customer Oriented

Selain cara diatas, franchisor juga seringkali menggunakan perhitungan besaran franchise fee dan royalty fee ini berdasarkan customer oriented. Dimana franchisor biasanya akan mencari tahu mengenai seberapa besar pengaruh brand/merk yang mereka miliki di mata para pelanggan.

Baca Juga  Perbedaan Franchise Fee dan Royalty Fee dalam Program Franchise

Jika ternyata, produk yang mereka jual dan brand/merk yang mereka miliki cukup dikenal masyarakat, dibandingkan dengan brand/merk kompetitor. Bahkan mungkin produk yang dijual tersebut banyak dicari pelanggan, atau malah banyak diantaranya yang tertarik untuk menjadi franchisee dari program franchise yang ditawarkannya.

Maka biasanya, mereka akan menerapkan besaran franchise fee dan royalty fee yang lebih mahal, jika dibandingkan dengan yang ditawarkan oleh kompetitor. Selain karena faktor kepopuleran, penghitungan besaran franchise fee dan juga royalty fee berdasarkan customer oriented ini juga sering dipengaruhi oleh wilayah tempat franchise tersebut berada.

Dimana franchise yang berada di kota-kota besar, biasanya akan menetapkan besaran franchise fee dan royalty fee yang lumayan besar. Setidaknya jika dibandingkan dengan yang ditawarkan oleh franchise yang berada di kota dengan penduduk lebih kecil/sedikit.

3. Berdasarkan Sistem Market Oriented        

Cara lainnya yang sering digunakan oleh franchisor dalam menentukan besaran franchise fee dan royalty fee ini yaitu dengan menggunakan pendekatan pasar (market oriented). Dimana cara ini merupakan salah satu cara yang biasanya melibatkan lembaga yang bisa dipercaya, yang berkaitan dengan industri franchise yang dikelola.

Misalnya, jika kamu membuka usaha franchise dalam bidang makanan, maka kamu perlu mendapatkan informasi dan data dari lembaga industri makanan mengenai berapa biasanya besaran franchise fee dan royalty fee untuk industri tersebut.

Bukan hanya itu saja, dengan pendekatan market oriented ini juga, biasanya franchisor akan mengetahui bahwa franchise di bidang makanan biasanya akan jauh lebih murah, jika dibandingkan dengan usaha franchise di bidang ritel, misalnya.

Meskipun demikian, cara terakhir ini bisa dibilang lebih efektif. Hal ini dikarenakan, pelanggan biasanya akan membandingkan franchise yang satu dengan yang lainnya. Khususnya franchise yang berada di industri yang sama.

Baca Juga  Perbedaan Produk Thrift dan Preloved

Itu dia informasi mengenai cara penghitungan besaran franchise fee dan royalty fee yang biasanya dilakukan oleh franchisor dalam program franchise. Kira-kira, dari 3+ cara menentukan besaran franchise fee dan royalty fee diatas, cara manakah yang akan kamu ambil untuk program franchise yang akan kamu jalankan?